February 17, 2009 • 11:09 am
Dari Kompas Edisi Jogja hari ini.
Mengapa pasar tradisional penting?

Bagaimana dengan pasar tradisional di DIY?

Keterangan: Gambar dicapture dari Kompas Jogja Edisi, Selasa, 17 Februari 2009.
Filed under: Otonomi Daerah , Ekonomi Bantuk, Pasar Tradisional
February 7, 2009 • 11:12 pm
Jika dirunut ke belakang dengan melihat tujuan dilaksanakannya otonomi daerah, barangkali akan muncul kekecewaan mendalam terkait belum tercapainya sejumlah tujuan strategis dari otonomi daerah tersebut sampai saat ini. Berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang diharapkan akan dapat ditanggulangi melalui otonomi daerah terbukti tidak sepenuhnya berhasil diatasi akibat tidak berjalannya mekanisme pelimpahan kekuasaan yang efektif dan efisien di daerah. Indikasinya terlihat dari banyaknya persoalan dalam keuangan daerah yang sebenarnya merupakan ‘modal’ dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang lebih baik.
Apa saja masalah yang terjadi di sekitar keuangan daerah dan mengapa hal tersebut terjadi?
Harian Kompas melaporkan bahwa dari 510 pemerintah daerah, hanya 156 yang memperoleh dana alokasi khusus (DAK). Daerah yang sudah melaporkan penyelesaian APBD pun baru sebanyak 318 atau 66,7 persen dari total jumlah pemda. Hal ini dengan sendirinya akan berdampak pada perlambatan peran belanja pemerintah bagi pembangunan di daerah yang sebenarnya menjadi salah satu harapan untuk menjaga kinerja ekonomi nasional di saat krisis global melanda.
Read the rest of this entry »
Filed under: Ekonomi Indonesia, Otonomi Daerah , Good Governance, Otonomi Daerah