February 19, 2009 • 10:08 am
Tugas untuk pekan kedua bagi mahasiswa yang mengambil Matakuliah Perekonomian Indonesia Semester ini adalah mereview BAB 5 dan BAB 6 dari Buku Ekonomi Indonesia dari Sentralisasi ke Desentralisasi. Tugas selanjutnya dikirim via email ke yuliandriansyah@gmail.com paling lambat 28 Februari 2009, pukul 23.59 BBWI.
Untuk tugas pertama, sejauh ini sudah lebih dari 81% mahasiswa yang mengirimkan tugasnya. Berikut capture folder khusus mereka dari email saya:


Filed under: Kuliah Perekonomian Indonesia 2009 , Tugas Kuliah
February 18, 2009 • 3:03 pm
Sri Adiningsih, dalam tulisannya di Jawapos awal pekan ini, menyatakan:
Memang rasanya tragis jika dalam masa normal (sejak 2004) kita gagal membangun infrastruktur dengan baik. Namun, dengan adanya krisis sekarang ini kita harus menyelamatkan ekonomi dengan membangun infrastruktur agar menggerakkan ekonomi domestik. Proyek infrastruktur yang terkait dengan ekonomi, seperti jalan, jembatan, listrik, irigasi, waduk ataupun pelabuhan adalah sentral jika ingin membangun ekonomi domestik yang kuat dan berdaya saing tinggi.
Keberhasilan kita membangun infrastruktur akan mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan industri manufaktur. Padahal, dalam ekonomi global yang volatilitasnya semakin tinggi seperti sekarang ini, pembangunan ekonomi domestik yang kuat dan efisien adalah kunci utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus kita lakukan. Bukan saja untuk menyelamatkan ekonomi dari krisis, namun juga untuk masa yang akan datang.
Sementara itu, dalam laporan Kompas hari ini, 800 km jalan di Propinsi Lampung mengalami kerusakan.

epaper.kompas.com, 18 Februari 2009
Filed under: Ekonomi Indonesia , Infrastruktur
February 17, 2009 • 11:09 am
Dari Kompas Edisi Jogja hari ini.
Mengapa pasar tradisional penting?

Bagaimana dengan pasar tradisional di DIY?

Keterangan: Gambar dicapture dari Kompas Jogja Edisi, Selasa, 17 Februari 2009.
Filed under: Otonomi Daerah , Ekonomi Bantuk, Pasar Tradisional
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2008 masih mencapai 6,1%. Konsumsi terutama masih memberi kontribusi terbesar. Selengkapnya di Kompas hari ini.

Filed under: Ekonomi Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi , Pertumbuhan Ekonomi
February 16, 2009 • 3:43 pm
Ya. A Tony Prasetiantono mengemukakan optmismenya di Kompas hari ini:
Rupiah saya yakini masih bisa menguat. Syarat utamanya, modal global yang kini sedang mudik ke New York harus kembali lagi ke sini. Pemilik dana sedang menimbang-nimbang, mau dikemanakan uangnya? Mereka pasti cenderung menghindari derivatif, dan mencari portofolio aman, misalnya obligasi pemerintah dan korporasi kredibel. Cepat atau lambat, dana-dana itu akan mengalir lagi ke emerging markets karena tetap paling prospektif.
Filed under: Ekonomi Indonesia , A Tony Prasetiantono